Banyak anggapan dan dugaan muncul terkait minuman beralkohol (minol) dan aktivitasnya. Menenggak minol bisa menjadi sesuatu yang tabu, mencelakakan bahkan memberikan dampak positif dan sebagainya.

Sayangnya, semua itu seringkali hanyalah mitos dan bukan fakta.

Apa saja mitos yang dimaksud?

  1. Mitos : Minuman berkadar alkohol kecil tergolong ringan dan aman

    Fakta : Minuman seperti softdrink atau yang memiliki rasa layaknya jus buah memang mengandung alkohol meski dalam jumlah yang kecil. Meski tidak dalam kadar yang besar, alkohol yang masuk ke dalam tubuh bisa saja berbahaya bagi tubuh, apalagi jika diminum secara berlebihan. Minuman seperti ini bahkan lebih berbahaya dari bir.

  2. Mitos : Β Bir lebih aman dibanding minuman beralkohol (minol) lainnya

    Fakta : Bir sering dianggap lebih baik ketimbang wine dan minol lainnya. Kandungan alkohol yang kecil pada bir ternyata tak lantas membuat minuman ini cukup aman bagi tubuh yang mengonsumsinya.

    Penelitian menyebutkan bahwa dengan menenggak satu kaleng bir sama saja dengan meminum empat gelas wine atau satu setengah gelas minuman keras. Dengan mengonsumsi bir secara rutin peminumnya justru berisiko terkena penyakit jantung, obesitas dan stroke.

  3. Mitos : Mengonsumsi minol hanya di akhir pekan tidak berdampak apapun.

    Fakta : Kebanyakan orang hanya mengonsumsi bir atau minol lainnya pada saat-saat tertentu, seperti saat bersantai di akhir pekan atau saat menghadiri pesta. Orang-orang dengan kebiasaan seperti ini tergolong pada golongan Episodic Drinker.

    Episodic Drinker sangat jarang menenggak minol, bahkan bisa hanya dua kali dalam satu tahun. Meski begitu, orang-orang dengan kebiasaan seperti ini juga berpotensi untuk memiliki keinginan lebih besar dalam menenggak minol dan cenderung menjadikannya sebagai gaya hidup. Keinginan tersebut juga bisa dipicu jika para peminum berada dalam kondisi stres dan depresi.

  4. Mitos : Menenggak minol terlalu banyak membuat mabuk

    Fakta : Tidak hanya mengakibatkan mabuk, mual dan pusing, minum terlalu banyak bahkan bisa mengakibatkan kematian.

    Hasil penelitian Centre for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa setidaknya 88 ribu penduduk Amerika Serikat mengalami kematian setiap tahunnya akibat mengonsumsi terlalu banyak alkohol. Bahkan, tercatat pula lebih dari 25 ribu kasus bunuh diri dan kecelakaan yang berujung kematian pasca menenggak alkohol di tahun 2010. Kasus penduduk dengan penyakit liver juga dipicu oleh konsumsi alkohol berlebihan bahkan mencapai angka 15 ribu.

Nah, itulah mitos dan fakta yang biasa muncul terkait minuman beralkohol. Setelah mengetahui mitos dan fakta ini, diharapkan kamu bisa mengontrol kebiasaan minum kamu menjadi lebih baik lagi.