Istilah miras (minuman keras), minol (minuman beralkohol) dan oplosan mungkin sudah tidak asing di telinga kamu. Meskipun sekilas mengartikan makna serupa yakni tentang alkohol, tidak banyak orang yang tahu bahwa ketiga istilah tersebut ternyata memiliki pengertian yang berbeda.

Masyarakat Indonesia biasa menyebut semua minuman beralkohol dengan sebutan miras. Hal tersebut turut dibenarkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No : 86/Men.Kes/Per/IV/77 Pasal 1 Ayat 2 yang menyebutkan bahwa minuman keras adalah semua minuman beralkohol tetapi bukan obat. Minuman jenis ini memiliki tiga golongan yang dikualifikasikan sesuai dengan kadar alkohol yang terdapat di dalamnya.

Pemerintah sendiri mengatur minuman keras dengan kadar etanol 1-5 persen sebagai miras golongan A. Miras dengan kadar etanol 5-20 persen masuk sebagai miras golongan B. Sementara itu untuk minuman keras dengan kadar etanol 20-55 persen dikategorikan sebagai miras golongan C.

Namun, bagaimana dengan pengertian oplosan? Apakah oplosan juga merupakan salah satu dari bagian miras atau minol?

Untuk mengetahui pemaparannya lebih lanjut, baca ulasan berikut ini :

  1. Miras
    Minuman keras biasa juga disebut sebagai minuman suling atau minuman beralkohol yang didapatkan dari hasil penyulingan. Minuman dari hasil penyulingan tersebut mengandung etanol (C2H5OH). Etanol bisa didapatkan dari hasil fermentasi buah, sayur dan biji-bijian.

    Jika mengikuti pengertian miras dalam Permenkes RI, maka minuman keras memiliki jenis yang sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah bir, rum, arak, soju dan sebagainya.

  2. Minol
    Minol atau minuman beralkohol termasuk dalam minuman keras. Namun, minol memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi dibandingkan miras itu sendiri.

    Minol identik dengan produk-produk seperti anggur/wine, whiskey, vodka, champagne, abshinte dan sebagainya.

    Jika mengonsumsi minol secara berlebihan, maka kamu akan merasakan beberapa efek samping yang berbahaya bagi tubuhmu. Gangguan penglihatan, kehilangan kemampuan untuk berpikir dan fokus serta adanya ketimpangan dalam berperilaku adalah beberapa efek samping tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mengalami berkurangnya kekebalan tubuh dan lebih rentan akan virus HIV jika menikmati minol secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama.

  3. Oplosan
    Jangan samakan minuman jenis oplosan dengan dua kategori minuman tersebut di atas. Pasalnya, oplosan bukanlah minuman resmi yang layak untuk dikonsumsi. Oplosan merupakan minuman campuran yang terbuat dari beberapa jenis cairan dengan kadar alkohol tinggi, untuk menciptakan rasa ‘terbang’ atau mabuk setelah dikonsumsi.

    Mengoplos minuman keras biasa dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bisa dijamin kelegalannya. Para pengoplos ini merupakan musuh bersama masyarakat dan para penegak hukum di negeri ini.

    Jangan pernah untuk mencoba mengoplos minuman keras dengan berbagai cairan lainnya untuk menghindari hal-hal buruk terjadi pada tubuh. Jika proses oplos dilakukan dengan sangat sembarangan, para peminum dari oplosan ini bisa berakhir di liang lahad. Kamu tentu tidak mau ini terjadi, bukan?

Nah, itulah tiga jenis pengertian miras, minol dan alkohol. Bijaklah dalam mengonsumsi minuman beralkohol. Ingat! minum boleh, goblok jangan!