Ketika mengalami depresi, seseorang terkadang merasa bahwa dengan mengonsumsi minuman beralkohol, akan membantu mereka pulih dari kondisi tersebut. Namun, tahukah kamu, bahwa sebenarnya yang terjadi justru sebaliknya?

Perasaan nyaman akan lebih cepat hilang ketika kebiasaan minum diteruskan, apalagi berlebihan. Volume minuman beralkohol yang dikonsumsi cenderung akan terus meningkat.

Kondisi ini akan terus terjadi sehingga orang tersebut menganggap bahwa konsumsi alkohol menjadi semacam penyembuh bagi kondisinya. Kebiasaan semacam ini sebenarnya justru akan merusak kesehatan fisik dan psikis dan tidak akan memberi dampak positif dalam jangka panjang. Yang terbaik, jika Anda mengalami depresi, jauhi dulu minuman beralkohol dan hubungi dokter pribadi untuk memperoleh bantuan yang lebih tepat.

Konsumsi obat dengan minuman beralkohol mungkin akan mempengaruhi khasiat obat itu sendiri, baik itu menaikkan atau justru menghilangkannya sama sekali. Ketika mengonsumsi keduanya, Anda juga sama sekali tidak boleh menyetir atau mengoperasikan peralatan berat, karena kemampuan motorik Anda sangat terpengaruh.

Pastikan untuk selalu membaca aturan dalam resep obat sebelum meminumnya dan berkonsultasi dengan dokter jika masih memiliki pertanyaan.

Ketergantungan terhadap alkohol, atau alcoholism adalah kondisi kesehatan yang serius yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jiwa dan raga. Jika dibutuhkan, konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi ini.